Di sebuah bangku taman, tepatnya di bawah pohon Sakura. Sora
duduk dalam diam. Wajahnya menengadah ke langit dan matanya dibiarkan terpejam,
seakan menantang bulir-bulir salju turun dan menampar-nampar pipinya hingga rasa
sakit itu hilang tanpa bekas.
“Park Seo Joon,” panggil Sora lemah. Bibirnya yang merah
terlihat pucat. Saat ini angin berderu kencang dan salju turun semakin deras.
Jaket yang dikenakannya pun tak mampu menghalau rasa dingin yang menusuk ke
dalam tulang-tulang sendi.
Sejak tiga jam lalu Sora duduk sendiri, menunggu lelaki
yang tak kunjung datang. Dan kini pertahanan tubuhnya mulai goyah. Ia menggigil
dan kepalanya terasa berat. Sayup-sayup terdengar langkah kaki mendekat.
“Agashi,” seorang lelaki paruh baya datang menghampirinya. “Sedang
apa kau di cuaca dingin seperti ini?”
Sora membuka mata. Senyuman yang sempat tercetak di
bibirnya memudar seiring kenyataan bahwa bukan Park Seo Joon yang ada di
depannya sekarang. “Saya sedang menunggu seseorang,” Jawab Sora.
“Wajah agashi terlihat
pucat, sebaiknya pulang saja. Cuaca di luar sangat dingin dan sebentar lagi
mulai gelap.”
“Ahjushi tak
perlu khawatir, sebentar lagi saya akan pulang.” Sora tersenyum pahit. Selama
apapun ia menunggu Park Seo Joon, lelaki itu tak akan pernah datang menemuinya
seperti musim dingin tahun lalu. Saat lelaki itu pergi meninggalkannya untuk
selama-lamanya.
0 komentar:
Posting Komentar